Langsung ke konten utama

Process Mining: Apa Itu, Jenis, Manfaat, dan Contoh Penggunaan

Pernahkah kamu harus menunggu approval dari satu atasan sampai seharian atau bahkan lebih? Hal tersebut dapat teratasi dengan process mining. Dengan process mining, sebuah bisnis dapat mengetahui di mana proses yang bottleneck (tersendat) dan bisa diefektifkan. Tentunya, sebagai metode yang wajibkan data mining, kamu pun akan terbantu dalam membuat sebuah keputusan  berbasis data.

Apa Itu Process Mining?

Mengutip IBM, process mining adalah sebuah proses yang mengaplikasikan data science untuk mengetahui, memvalidasi, dan meningkatkan sebuah workflow. Dengan menggabungkan data mining dan process analytics, sebuah perusahaan bisa mendapatkan (mining) log data dari sistem informasi seperti CRM tools untuk memahami;

  1. Performa dari setiap proses bisnisnya
  2. Mengetahui apakah terdapat bottleneck atau proses yang tidak berjalan efektif dalam keseluruhan proses bisnisnya
  3. Mengetahui hal-hal apa saja yang bisa ditingkatkan dalam proses secara keseluruhan

Melalui log data tersebut, process mining membuat sebuah process model. Dari sini, proses end-to-end akan diteliti dan detailnya akan dibuat outline-nya. Algoritma khusus pun dapat memberikan insight mengenai akar masalah yang ada dalam sebuah proses bisnis.

Dengan melakukan process mining juga kamu bisa membuat keputusan yang data-driven untuk membuat sebuah proses semakin optimal. Sehingga, kamu tetap objektif ketika membuat keputusan seputar alokasi sumber daya untuk proses yang sedang berjalan.

Jenis-Jenis Process Mining

Process mining sendiri memiliki beragam jenis dengan hasil yang berbeda-beda. Melansir dari IBM, berikut adalah beberapa jenis process mining seperti yang diajukan oleh Wil van der Aalt, seorang profesor dan computer scientist dari Belanda. Sebagai gambaran awal, berikut Glints berikan contoh grafis dari ketiga jenis process mining tersebut.

1. Discovery

Dalam proses ini, kamu menggunakan log data untuk membuat sebuah process model tanpa ‘pengaruh’ dari luar. Selain itu, tidak adanya process model versi sebelumnya membuat pengembangan dari process model terbaru sulit untuk diinformasikan. Meski begitu, jenis process mining ini adalah yang paling banyak diadopsi.

2. Conformance

Tujuan dari process mining ini adalah untuk mengetahui apakah process model yang diharapkan benar-benar dikerjakan dalam praktiknya. Process mining ini membandingkan deskripsi sebuah proses dengan process model yang ada saat ini berdasarkan log data.

Hal ini memungkinkanmu untuk mengetahui apakah terdapat penyimpangan dari process model yang dimaksud dalam workflow-mu.

3. Enhancement

Jenis process mining ini sering disebut sebagai organizational mining atau performance mining. Dalam jenis ini, informasi tambahan digunakan untuk meningkatkan performa process model yang sedang digunakan.

Sebagai contoh, output dari conformance mining dapat memberimu informasi terkait bottleneck dalam process model-mu. Dari sana, kamu bisa mengetahui bagaimana cara mengoptimasi process model-mu saat ini

Manfaat Process Mining

Merangkum Ui Path, Celonis, dan IBM, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan melakukan process mining.

  1. Mengurangi biaya operasional
  2. Membantumu menyurvei seluruh proses yang terjadi dalam perusahaan
  3. Menganalisis proses secara menyeluruh dan akurat berdasarkan fakta
  4. Menghilangkan bottleneck, penyimpangan, dan proses yang tak efisien
  5. Memonitor seluruh proses secara terus-menerus
  6. Membantumu dalam melakukan resource allocation
  7. Meningkatkan terjadinya inovasi, kualitas produk atau layanan, dan customer retention

Contoh Penggunaan Process Mining

Teknik process mining telah digunakan untuk meningkatkan kualitas proses dan workflow dalam beragam industri. Karena process map memberi highlight tentang KPI yang dapat memengaruhi performa, process mining membuat setiap bisnis melacak ulang setiap proses operasionalnya yang tidak efisien. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan process mining di beragam industri.

1. Pendidikan

Process mining dapat membantu mengidentifikasi efektivitas pembelajaran dan kurikulum. Hal ini dilakukan dengan memonitor dan mengevaluasi performa serta sikap juga perilaku siswa, seperti berapa lama seorang siswa memerhatikan materi di dalam kelas.

2. Keuangan

Institusi keuangan dapat menggunakan software process mining untuk meningkatkan performa perusahaan, melakukan audit terhadap akun, meningkatkan pendapatan, dan memperluas basis konsumen.

3. Pekerjaan umum

Process mining digunakan untuk mempersingkat proses invoice untuk berbagai proyek pekerjaan umum yang melibatkan beragam stakeholder.

4. Software development

Process mining digunakan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan proses yang berlangsung. Selain itu, process mining juga membantu administrator IT untuk memonitor dan memverifikasi bahwa sistem berjalan sesuai harapan.

5. Kesehatan

Contoh penggunaan process mining dalam bidang kesehatan adalah dengan memberikan rekomendasi tentang bagaimana mengurangi waktu dari proses perawatan pasien dan memastikan kualitasnya tetap baik.


6. E-commerce

Process mining memberikan insight seputar perilaku pembeli dan memberikan rekomendasi akurat untuk meningkatkan penjualan.


7. Manufaktur

Process mining pun membantu perusahaan manufaktur untuk mengalokasikan sumber daya sesuai kebutuhannya.


Tidak hanya itu, perusahaan manufaktur juga bisa mendapatkan insight seputar waktu produksi dan mengalokasikan sumber daya dengan tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Perbedaan USB Type A, Type C, Micro, dan Lighting?

Charger dan kabel data menjadi perangkat yang sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap pengguna smartphone. Berbagai tipe USB (Universal Serial Bus) bermunculan seiring berkembangnya teknologi pada gadget yang dirilis. Misalnya saja seperti charger Type C yang semakin banyak digunakan di ponsel pintar keluaran terbaru. Namun tidak hanya Type C saja yang sering digunakan, masih ada Type A, Micro, serta Lighting. Lalu, apa sih perbedaannya? Apa itu USB? Universal Serial Bus (USB) adalah standar bus serial untuk perangkat penghubung, biasanya kepada komputer namun juga digunakan di peralatan lainnya seperti konsol permainan, ponsel dan PDA. Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari pengontrol host dan beberapa peralatan terhubung yang berbentuk "pohon" dengan menggunakan peralatan hub yang khusus. Desain USB ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug-and-play (pasang-dan-m...

Kenalan dengan Visual Basic .NET, Bahasa Pemrograman yang Digunakan Microsoft

VB .NET atau Visual Basic .NET adalah object-oriented programming language yang diciptakan oleh Microsoft. Pastinya kamu tak asing lagi dengan nama perusahaan teknologi raksasa ini. Ternyata, Microsoft menggunakan VB .NET untuk mengembangkan aplikasi Windows yang sering kamu gunakan sehari-hari, lho. Apa Itu Visual Basic .NET? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Visual Basic .NET merupakan bahasa pemrograman yang bersifat object-oriented. Menurut Funtech, pemrograman object-oriented berbasis konsep objek. Jadi, struktur data atau objek dalam pemrograman ini memiliki atributnya masing-masing. Bahasa pemrograman VB .NET dikembangkan dari Visual Basic (VB) yang sudah terlebih dahulu diciptakan dan digunakan oleh Microsoft. Awalnya, VB .NET dikembangkan pada tahun 2002 untuk menyempurnakan Visual Basic 6.0. Java T Point menyampaikan bahwa aplikasi yang dibuat dengan VB .NET lebih dapat diandalkan dan terukur karena menggunakan .NET framework untuk eksekusinya. Bahkan, kamu bisa membu...

Kenali apa itu Version Control System, Sistem Pelacak Modifikasi Kode dalam Software Development

Jika ingin berkecimpung dalam dunia software development, version control system merupakan sebuah tool yang perlu kamu kuasai. Alat ini dirancang agar para engineer dapat mengurangi risiko kegagalan pada data-data yang telah dimodifikasi. Oleh karena itu, version control system adalah salah satu tool yang cukup penting. Nah, kira-kira, apa sih yang dimaksud dengan sistem satu ini? Apa Itu Version Control System? Menurut Atlassian, version control system (VCS) adalah sebuah kumpulan perangkat lunak yang sudah terintegrasi dan digunakan untuk membantu software engineer mengelola perubahan dalam source code dari waktu ke waktu.  Software dalam sistem ini mampu melacak setiap modifikasi kode dalam seluruh jenis database perusahaan. Jika software menemukan kesalahan, engineer dapat membandingkan kode dari versi sebelumnya dan mulai memperbaiki kekeliruan tersebut. Karena sistem pelacakan yang akurat, version control system dapat mengurangi gangguan serta kesalahan pada kinerja semua ang...